Tampilkan postingan dengan label Dude Harlino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dude Harlino. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2011

Dude-Asmirandah Makin Memahami

Lima tahun saling mengenal dalam bekerja sama, kini Dude Harlino dan Asmirandah tak perlu banyak waktu untuk ebih mengenal pribadi satu sama lain lagi.

Dimata Andah, Dude adalah seorang pria yang tak hanya bisa memberi solusi atas curahat hati seputar pekerjaan, melainkan juga masalah yang bersifat pribadi. 

“Dia orangnya dewasa. Selain bisa jadi teman juga bisa jadi sahabat, jadi kita bisa saling berbagi,” ujarnya belum lama ini.

Pujian tak hanya terlontar dar mulut Asmirandah. Begitu pula Dude yang pernah mengagumi Andah lantaran bisa menjadi pasangan main sinetron yang baik. Lantas, bagaimana penilaian keluarga mreka terhadap hubungan tersebut?

“Selama ini keluarga memberi dukungan atas apa yang saya lakukan asalkan saya bisa bertanggung jawab atas semua itu,” jawab Dude.

Senyumnya membawa kebahagiaan buat orang lain

Dude Harlino (30) bikin terhenyak penonton sinetron diakhir 2003. la berangkat menjadi artis dari serba nol. Satu tahun setelah jatuh-bangun, impiannya membangun karier di dunia akting akhirnya terwujud. Peran demi peran utama ia mainkan sama baiknya. Di tahun kedelapan perjalanan kariernya,ia masih bisa menjaga eksistensinya. Sesuatu yang mustahil dicapai jika tidak memiliki kualitas, semangat pantang menyerah,dan yang paling utama rasa syukur kepada Tuhan.

“Perjalanan karier saya sebenarnya enggak semudah yang dibayangkan, dan berliku liku. Ditolak kasting sering banget. Malah sudah jadibagian hidup saya. Kalau diterima justru jadi hal yang luar biasa. Saya ikut kasting sinetron, film,dan iklan.Saatdatang kasting, 50 persen saya sudah siap ditolak. Walaupun selalu optimis. Selalu positive thinking. Tapi karena Allah belum kasih jalan,ya enggak masuk. Sampai ikut pemilihan model majalah aja enggak masuk.” 

Kondisi itu tidak bikin mental cowok yang berulang tahun saban 2 Desember ini drop. Kecewa, pasti. Cuma, semakin sering ditolak, mental Dude ternyata jadi semakin kuat.

“Saya baca buku seorang pakar psikologi. Katanya, kalau kita ditolak sepuluh kali, coba yang kesebelas, mungkin di situ ada pintu yang terbuka.” 

Jadilah cowok berkulit putih ini main sebagai figuran di sejumlah judul sinetron. Sebut saja Tersanjung, Kehormatan, dan Dewi Fortuna. “Saya ikut agensi. Kerjaan figuran lewat-lewat saja di belakang tokoh utama. Enggak sampal dua detik. Honornya 10-15 ribu sehari. Datang bareng genset, pulang bareng genset juga. Kadang pulangnya menumpang kru. Biasanya syutingnya didaerah Depok. Lenteng Agung, bahkan sampai ke Bogor juga. Nah kalau naik taksi,saya mesti menombok. Lima belas ribu mana cukup,” cerita Dude.

Yang penting buat Dude bisa melihat akting bintang-bintang sinetron saat itu. Dari Nafa Urbach, Primus Yustisio, Teuku Ryan, Didi Riyadi, sampai Tamara Bleszynki. “Mereka semua baik. Tapi saya paling terkesan dengan Mas Primus. Saya ingat banget,dia mau nqobrol sama figuran kayak saya. Saya tanya: Mas bagaimana sih bisa akting kayak Mas? Dia bilang: Kamu harus belajar, olahraga, fitnes. Dia bahkan sampai mengambil dua skenario untuk diperlihatkan ke saya. Coba kamu baca dialog ini, begitu dia meminta. Sampai akhirnya di sinetron Kehormatan saya jadi asisten Mas Primus di kantor. Dialognya: ‘Selamat pagi Pak,’” bilang Dude.

Setahun jadi figuran, Dude yang keturunan Padang ini mengaku menikmati. Dude kemudian dikontrak oleh SinemArt untuk bermain di serial Di Sini Ada Setan (DS/4D).

”Mungkin Allah ingin menunjukkan kalau karier saya di bidang seni. Saya suka banget sama akting sejak masuk sanggar Aditya Gumai. Senang saja kalau bisa memainkan karakter orang. Ada kepuasan batin,” 

alasan Dude. Pada saat itu tidak ada pikiran Dude untuk mengejar materi atau popularitas. Dia punya mimpi besar.

”Saya pengin karya saya dilihat orang. Pengin main sinetron dan film. Walaupun orientasinya bukan uang. Dasarnya itu,” kata Dude yang sempat magang di Bank Lippo sebagai costumer service.

Dude pun mulai dikenal. 

“Setiap road show, saya selalu dipanggil Nicho, Nicho….”  

Karier Dude setelah itu semakin takter bendung lagi. Dia bermain di tiga judul film: Gue Kapok Jatuh Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Dalam Mihrab Cinta. Bukan cuma itu. Di sinetron ia bermain di Intan, Cahaya, Ada Apa Denganmu, Nikita, Aisyah, Manohara, Doa dan Karunia, Aqso & Madina, Seindah Senyum Winona, Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan, dan yang terakhir Dia Jantung Hatiku. Dude juga makin laris saja menjadi bintang iklan. Semua keberhasilan itu tidak sedikitpun membuat Dude pongah. Dude masih seperti yang dulu. Sederhana, tidak sok ngartis, taat beribadah,dan selalu tersenyum dan ramah kepada siapa pun yang ia temui.

“Bersyukurlah setiap hari atas apa yang sudah Tuhan berikan. Mau baik, mau buruk, mau itu cobaan, mau itu hinaan, mau itu pujian, semua disyukuri. Allah akan menunjukkan kasih sayangnya dengan cara bermacam-macam. Jadi buat saya bersyukur, bersyukur, dan bersyukur, itulah yang membuat saya bisa tersenyum setiap hari,”terang kekasih Asmirandah ini. 

Yang paling penting lagi menurut Dude, tidak menularkan energi negatif kepada orang lain. Kalau sedang sedih, kecewa, atau marah, cobalah usahakan tetap tersenyum. “Apa yang kita rasakan biar kita dan Tuhan yang tahu. Biarlah orang melihat kita tersenyum bahagia. Biarlah orang tahu kita tetap kuat menjalani segalanya,” Dude menjelaskan. Dude bukan hanya jadi panutan, namun juga menjadi kebanggaan untuk para penggemarnya yang tergabung dalam komunitas Dude Lovers (Duluvs). Di Facebook banyak grup fans Dude. Salah satunya Fans Dude Harlino (FDH) yang jumlah anggotanya hingga kini mencapai 12.970 orang.

(BINTANG INDONESIA, Edisi 1033, I Maret 2011)

Senyum Maut Dude Harlino

Dude Harlino, lajang kelahiran Jakarta yang hobbynya membaca ini boleh berbangga dengan dirinya. Pasalnya, tampang khas dan tatapan mata sayu itu selalu membuat jantung jadi deg-degan. Ditambah dengan sikap lembut dan sopan yang selalu diperlihatkannya. Hmmm…siapa sih yang tidak ingin dekat dengannya?

Pria berzodiak Sagittarius ini dikenal sebagai sosok pendiam yang cinta damai. Tak salah jika Dude menjadi pria idaman setiap wanita. Tetapi tunggu, ada satu senjata maut yang akan membuat Anda benar-benar tak berdaya dibuatnya. Ya betul! Simpul senyum di wajah Dude seakan mengikat erat hati yang melihatnya. Lihat saja setiap posenya, jarang sekali terlihat wajah muramnya. Setiap wajah yang tampil menunjukkan senyuman misterius penuh pesona. Ya memang itulah Dude Harlino. Sosok penuh pesona. Beranikah Anda jatuh cinta dengannya?

Jumat, 18 Maret 2011

Dude Harlino-Asmirandah Bicara Soal Pernikahan


Dude Harlino dan Asmirandah telah mengakui kedekatan diantara mereka. Tidak hanya itu, keduanya pun menjawab pertanyaan media seputar hubungan mereka yang akan berjalan ke jenjang yang lebih serius lagi.

Sampai detik ini kita tidak pernah membicarakan pernikahan apalagi tunangan bersama keluarga,” jelas Andah kemarin disela-sela pembuatan video klip Dalam Mihrab Cinta. 

“Belum ada pembicaraan yang bagaimana-bagaimana jadi masih sebatas kedekatan kami berdua,” sambung Dude.

Dude juga menambahkan kalau menikah sudah menjadi bagian dari ibadah yang mulia. Untuk itulah ia enggan melakukan hal tersebut jika memang kesiapan diri dan mentalnya masih kurang. 

“Menikah itu sebuah ibadah yang nilainya sangat mulia jadi bukan karena umur atau hal lain. Jadi saya tidak akan memaksakan siapapun,” ujarnya yang terpaut usia Sembilan tahun dengan Andah.

Selasa, 15 Maret 2011

Dude Harlino


Siapa yang tak kenal dengan Dude Harlino? Aktor yang kerap digosipkan memiliki hubungan dengan lawan mainnya di sejumlah sinetron ini, adalah kelahiran Jakarta 2 Desember 1980. Nama Dude sendiri merupakan singkatan dari tanggal lahirnya yaitu DUa DEsember.

Nama Dude mulai mencuat ketika dirinya memainkan tokoh Levi dalam sinetron Cincin bersama Ririn Dwi Aryanti. Lewat sinetron inilah wajah Dude Harlino mulai dikenal publik, terlebih setelah ia membintangi sinetron Intan bersama Naysilla Mirdad.



Sinetron Dude Harlino :

Disini Ada Setan sebagai Nico
Kisah Adinda sebagai Ferdi
Cincin sebagai Levi
Dua Hati sebagai Ervandra
Anakku Bukan Anakku sebagai Topan
Janji sebagai Damar
Intan sebagai Rado
Cahaya sebagai Satria
Kakak Iparku 17 Tahun sebagai Raka
Aisyah sebagai Nabil
Aqso dan Madina sebagai Aqso
Seindah Senyum Winona sebagai Naratama
Nikita sebagai Doni
Manohara sebagai Rezky
Doa dan Karunia sebagai Rezky/Dude (merupakan kelanjutan sinetron Manohara)
Dia Jantung Hatiku sebagai Panji
Ketika Cinta Bertasbih sebagai Ustad Ilyas