Rabu, 20 April 2011

Cinderella’s Stepsister Eps 17

Hyo-sun pulang ke rumah dalam keadaan kacau dan dia berkata pada Eun-jo, “Ibu kabur.” Hyo-sun berkata kalau ibu kabur karena dia merasa sedih atas Dae-sung. Eun-jo memandangi Hyo-sun dengan tatapan tidak percaya. Hyo-sun mengaku kalau dia menggunakan Paman Jang sebagai alasan untuk menahan ibu – bahwa dia tidak ingin mengusir ibu, jadi kalau Hyo-sun bisa memaafkan Paman Jang, maka dia tidak perlu mengusir ibu.

Hyo-sun bertanya siapa Eun-jo dan ibu baginya sehingga membuatnya menjadi seperti ini. Tapi Eun-jo tidak punya jawaban dan malah menanyakan hal yang sama: “Siapa kami hingga kau tidak bisa membiarkan kami pergi?” Hyo-sun menjawab dengan bertanya siapa yang bersikap lebih aneh, Eun-jo atau Kang-sook. Eun-jo tidak tahan ini – dia dan ibunya sudah membuat banyak dosa pada Hyo-sun dan ayahnya yang sama sekali tidak bisa ditahan. Eun-jo meminta Hyo-sun untuk mengusirnya saja tapi Hyo-sun menolak.

Eun-jo mulai meninggalkan ruangan itu tapi Hyo-sun meraih kaki Eun-jo dan memeganginya erat2. Eun-jo mencoba untuk melepaskan dirinya dari pegangan Hyo-sun. Akan tetapi, Hyo-sun menarik tangan Eun-jo, pergelangan kaki Eun-jo, kaus Eun-jo – apa saja yang bisa Hyo-sun pegang untuk menarik Eun-jo kembali.

Karena tidak bisa membebaskan diri, Eun-jo berteriak kalau dia membenci ini, membenci Hyo-sun dan membenci segalanya. Hyo-sun berteriak, “Bagaimana bisa kau tidak tahu?” Hyo-sun lalu menyandarkan kepalanya di lutut Eun-jo dan berkata kalau Eun-jo dan Kang-sook adalah orang2 sakit – bagaimana mungkin mereka mengubah waktu 8 tahun menjadi bukan apa2? Jika Eun-jo tidak sakit, bagaimana mungkin Eun-jo bersikap seolah-olah mereka tidak punya hubungan? Hyo-sun berujar kalau Jun-su mengikat ibu pada ayah dan Eun-jo pada Hyo-sun.

Eun-jo mendesah, “Kau benar2 membuatku gila, Gu Hyo-sun.” Hyo-sun membalik sentiment itu dan meminta Eun-jo untuk membawa ibu kembali. Hyo-sun masih sakit jadi Eun-jo meletakkannya di tempat tidur dan merawatnya. Eun-jo bertanya-tanya apakah dia harus memeluk Hyo-sun – bahwa jika dia memegang saudarinya yang demam maka dia akan bisa merasakan panas tubuh Hyo-sun dan dapat mengerti Hyo-sun untuk sekali saja.
Eun-jo tidak terlalu terkejut pada kepergian ibu dan mengatakan kalau dibandingkan shock yang dirasakan Hyo-sun, apa yang dia rasakan sama sekali tidak ada. Eun-jo meminta Jung-woo untuk menemui Paman Jang kalau2 Kang-sook menemuinya. Ki-hoon mengatakan kebohongan pada Hyo-sun dengan bilang bahwa ibu mungkin saja perlu waktu untuk berpikir, yang dia tidak miliki kalau Hyo-sun ada di sekitarnya. Ibu akan kembali saat dia rasa semuanya sudah berakhir.

Eun-jo mengantar Jun-su ke sekolah TK-nya dan mengatakan kalau ibu akan segera kembali. Jun-su tidak puas dengan jawaban itu dan bertanya apakah Eun-jo tahu siapa SNSD, T-ara atau U-Kiss. Jun-su bahkan menarikan tarian salah satu band itu tapi dia terlihat kesal karena Eun-jo tidak tahu apa yang dia bicarakan. Ibu tahu semua hal itu.
Ternyata Kang-sook bekerja pada sebuah restoran yang dijalankan oleh teman lamanya. Rsetoran itu sangat tidak nyaman dan para berandal bisa sangat tidak terkendali dengan beberapa botol soju di tangan mereka. Kang-sook membantu temannya menangani para pria mabuk itu dan melihat kalau putri dari temannya itu melihat kejadian ini. Gadis itu menangis.

Kang-sook mengajak gadis kecil itu keluar untuk menghindar dari keributan itu dan rasanya aneh melihat Kang-sook bersimpati pada anak orang lain padahal seharusnya dia bersimpati pada anak sendiri. Tapi mungkin hal ini membuat Kang-sook melihat kalau dia sama sekali tidak bisa menenangkan anaknya sendiri tapi dia sukses menenangkan anak orang lain.

Eun-jo berkata pada Jun-su kalau dia akan mempelajari tarian itu untuk acara di kelas Jun-su. Tapi Jun-su berteriak kalau dia ingin Hyo-sun yang mengantarnya ketimbang kakak tertuanya yang jelek. Eun-jo tetap ngotot yang membuat Jun-su berteriak lagi kalau Eun-jo berbohong dan di samping itu, Eun-jo juga tidak tahu bagaimana caranya menari.
Eun-jo mendatangi Ki-hoon di kantor yang sedang menyalin tulisan Dae-sung ke komputer. Ki-hoon telah berencana untuk menyelesaikannya sebelum pergi dari perusahaan ini tapi mungkin dia tidak punya waktu lagi. Ki-hoon meminta Eun-jo untuk melihatnya. Sebagai tambahan, di dalam buku itu juga ada komentar pribadi. Di dalam salah satu tulisan itu, Eun-jo menemukan sonogram Jun-su yang diberi nama Dae-sung sebagai ‘hadiah ketigaku.’

Ki-hoon meninggalkan kantor untuk memberikan kesempatan pada Eun-jo untuk menggunakan computer. Tapi sebuah suara menarik perhatian Ki-hoon – penampilan live T-ara yang Eun-jo putar di laptop. Eun-jo memandangi video itu seolah-olah itu video tentang alien. Dan Eun-jo mau berlatih melakukan gerakan tangan dan sebagainya seperti di video. Ki-hoon sama sekali tidak bisa menahan senyumnya melihat ini semua.

Eun-jo akhirnya menerima telpon dari ibunya yang menelpon lewat telpon umum. Kang-sook mengingatkan Eun-jo kalau dulu Eun-jo pernah berkata kalau dia akan bahagia tinggal tanpa ibunya. Kang-sook berkata kalau akan sangat baik bila Eun-jo membiarkannya pergi dan mungkin mereka bisa bertemu setahun sekali.

Eun-jo berbicara dengan genting dengan mengatakan kalau Hyo-sun dan Jun-su ingin bertemu dengan ibu. Eun-jo berujar, “Bu, apa kau pikir tidak apa kabur seperti ini? Apa kau berkata kalau kau tidak peduli pada apa yang terjadi pada orang lain selama kau bisa kabur? Meski kau pergi, kau tidak bisa melakukannya seperti ini!” Kang-sook mengatakan kalau dia belum memutuskan apakah akan kabur atau tidak dan dia akan memberitahu Eun-jo kalau dia sudah memutuskan.

Jung-woo mencoba meminta Hyo-sun untuk makan sesuatu tapi Hyo-sun masih dengan keras kepala duduk di tangga rumah, menunggu Kang-sook. Jung-woo mengatakan pada Hyo-sun kalau Kang-sook akan kembali. Ini sesuai dengan pengalamannya dulu ketika Kang-sook mengatakan dia akan benar2 pergi tapi akhirnya kembali lagi. Kang-sook tidak pernah menggalkan anak2nya yang artinya dia akan kembali untuk anak2nya. Akan tetapi, karena Eun-jo tidak akan pergi dari rumah ini, itu artinya Kang-sook juga akan tinggal.
Setelah mendengar kalau Eun-jo sudah menghubungi ibu, Hyo-sun bersikeras pergi dengan Jung-woo. Mereka tidak memiliki lokasi tepatnya, tapi Ki-hoon dan Eun-jo berhasil mempersempit pencarian ke sebuah kota kecil. Eun-jo mencoba memaksa Ki-hoon untuk tinggal di rumah bersama Hyo-sun sedangkan Eun-jo bisa lanjut mencari ibu. Ki-hoon berkata kalau dia sudah merasa tenang sekarang setelah memberitahukan Eun-jo semua yang harus dia beritahu – tidak masalah bila Eun-jo membencinya sekarang, dia merasa bebas untuk mengkhawatirkan Eun-jo sekarang. Sebelumnya Ki-hoon tidak bisa melakukan itu sebab dia dibebani rasa bersalah.
Sebuah masalah menghampiri mereka dalam perjalanan. Mobil yang mereka kendarai mengalami masalah dan harus menunggu mekanik untuk memperbaikinya. Di atas semua itu, kelihatannya mobil itu tidak akan langsung selesai diperbaiki, jadi Ki-hoon menyarankan agar mereka meninggalkan mobil bersama sang mekanik dan mereka pergi naik bus melanjutkan perjalanan.
Eun-jo benci kehilangan waktu dan dia semakin kesal melihat senyum Ki-hoon. Tapi sekarang, karena Ki-hoon sudah tidak terbebani lagi maka tidak akan ada yang bisa mengjungkirbalikkan moodnya dan menghilangkan senyumnya. Ki-hoon berkata, “Meski di keadaan serius seperti ini, aku ingin bicara tentang hal2 yang tidak berhubungan dengan ini. Sepertinya mereka semua telah meledak. Apa kau akan mendengarkanku?”

Ki-hoon menarik pundak Eun-jo dan mendorongnya ke arah mobil. Tapi Ki-hoon malah bersandar di mobil dan menyuruh Eun-jo untuk bersandar juga agar Eun-jo tidak membuat dirinya sendiri kelelahan. Ki-hoon mulai mengenang dengan mengatakan kalau Eun-jo tidak berubah selama 8 tahun. Eun-jo tidak sanggup untuk mengingat masa lalu dan berbalik, tapi Ki-hoon menarik tangan Eun-jo dan berkata, “Bersandarlah pada sesuatu.” Kali ini Ki-hoon tidak hanya mengimplikasikan mobil. Mereka menunggu.
Ini artinya, Jung-woo dan Hyo-sun yang tiba paling pertama di tempat tujuan. Tanpa membuang banyak waktu, mereka mulai berkeliling untuk menanyakan informasi pada warga setempat. Mereka sama sekali tidak beruntung dan Jung-woo menyarankan agar mereka istirahat untuk makan. Dia bahkan tidak mengindahkan protes Hyo-sun dan malah tiba di restoran yang dikelola teman Kang-sook.

Kang-sook sedang ada di dapur dan mengenali suara Hyo-sun. Kang-sook menjadi panic dan langsung mengungsi ke kamar sebelah serta meminta temannya untuk tidak mengatakan apa2 tentang dirinya. Dia juga meminta temannya itu untuk melayani kedua anak itu dengan lambat jadi bisa memberikan waktu padanya untuk kabur. Akan tetapi, anak dari teman Kang-sook ini bertanya pada ibunya keman ajumma pergi, khususnya tanpa dompetnya yang Hyo-sun kenali sebagai dompet Kang-sook.

Ki-hoon dan Eun-jo meninggalkan mobil mereka dan memilih naik bus dan selama perjalanan Eun-jo terkantuk-kantuk. Kepala Eun-jo bersandar dengan tidak nyaman. Ki-hoon memandangi Eun-jo yang tidur dan perlahan-lahan memindahkan kepala Eun-jo agar bersandar di bahunya. Sambil melihat Eun-jo yang tidur, Ki-hoon tersenyum seperti anak kecil.
Jung-woo mengirimi Ki-hoon sms yang mengatakan kalau mereka sudah menemukan Kang-sook yang dihadapi Hyo-sun dengan marah. Kang-sook tetap menjaga jarak dengan Hyo-sun dan menyuruhnya pergi – meski Jung-woo dan Hyo-sun menyeretnya pulang, dia akan menemukan jalan untuk kabur. Hyo-sun ingin tahu kenapa dan Kang-sook menjawab, “Aku telah menyadari apa artinya tidak mampu menunjukkan wajahku.” Kang-sook bisa melakukannya kalau dia disini. Tapi tidak di rumah – tidak dihadapan anak2nya. Hyo-sun meminta ibu untuk tetap tinggal dengan kepala meununduk (literal) dan itu merupakan hukuman untuk Kang-sook.

Kang-sook meminta Hyo-sun untuk bertanya pada Eun-jo tentang hal2 buruk yang telah ibu lakukan di masa lalu. Kang-sook seolah-olah berharap Hyo-sun mengerti kalau dia belum siap pulang ke rumah. Kang-sook berkata kalau dia akan pulang ke rumah saat dia merasa dia bisa. Hyo-sun setuju untuk pergi tapi ibu harus berjanji dulu kalau dia akan pulang nanti. Dan sampai hari itu tiba, Kang-sook harus tinggal disini bersama temannya. Kang-sook berjanji.

Ketika Eun-jo bangun, dia kaget mendapati dirinya bersandar di bahu Ki-hoon dan sekarang bus sudah kosong. Ki-hoon telah meminta wakti 10 menit pada supir bus tapi sekarang sudah 30 menit sejak mereka sampai. Ki-hoon mengatakan kalau Hyo-sun sudah menemukan ibu dank arena itulah dia setuju untuk bertemu mereka di rumah. Mereka juga tidak perlu mencari jadi mereka bisa pulang sekarang. Eun-jo secara alami menolak hal itu dengan keras dan tetap kukuh agar mereka mencari ibu juga.
Dengan sikapnya yang biasa, Eun-jo mendesak wanita pemilik restoran itu. Dia bahkan memanggil wanita itu pembohong dan menuntut agar diberitahu kemana Kang-sook pergi. Ajumma itu menelan kekesalannya dan berkata kalau Kang-sook berkemas-kemas setelah anak2 yang lainnya pergi yang hal ini sangat tidak dipercaya Eun-jo. Akhirnya, ajumma itu habis kesabaran dan menjawab kalaupun dia tahu kemana Kang-sook pergi, dia pasti akan bohong sebab sikap Eun-jo sangat menyebalkan. Tapi Eun-jo malah terus berteriak yang membuat dirinya diusir.
Dan setelah itu, Eun-jo tetap saja menggedor pintu dan berkeras agar ajumma memberitahu kemana ibunya pergi. Ki-hoon hanya diam saja selama percakapan itu. Tapi akhirnya dia maju dan menarik Eun-jo ke dalam pelukannya. Sikap ini adalah untuk menenangkan Eun-jo dan Ki-hoon memeluk Eun-jo erat sekali. Pada awalnya Eun-jo melawan tapi pada akhirnya dia tenang ketika Ki-hoon menepuk kepalanya seperti seorang ayah. Eun-jo berkata, “Dia bilang kalau dia tidak pernah sekalipun berpikir untuk membuangku tapi dia melakukannya juga.”

Ki-hoon terus menepuk kepala Eun-jo dan membagi ceritanya sendiri pada Eun-jo. Pada waktu mudanya, Ki-hoon diambil paksa oleh orang2 besar dan hal ini sama sekali tidak diharapkan oleh ibunya. Ibu Ki-hoon berlari mengejar mobil yang membawa Ki-hoon meski dia tidak mampu berlari. Begitulah Ki-hoon terpisah dengan ibunya.
Suatu hari, ibunya datang ke rumah dimana Ki-hoon tinggal dengan saudara2nya untuk menjemputnya. Ketika itu, kakak Ki-hoon memberikan alasan aneh untuk mengecoh ibunya dan ibu berlari mengejar Ki-hoon. Eun-jo mendengar cerita dari hidup Ki-hoon yang belum pernah dia dengan sebelumnya. Ki-hoon berjanji pada Eun-jo, “Aku akan menemukannya untukmu. Jangan khawatir.”

Eun-jo tiba di rumah sangat larut malam itu dan mendapati Jun-su yang menangis meminta ibu. Hyo-sun menenangkan Jun-su dengan menceritakan bagaimana dia merawat temannya yang sakit hingga kembali sembuh. Untuk membuat Jun-su tertidur, Hyo-sun menggendong Jun-su di halaman, sambil bergumam dengan lembut persis seperti yang sering dilakukan Dae-sung.

Saat Eun-jo dan Hyo-sun berbaring di sisi Jun-su, Eun-jo bertanya apakah itu yang dulu ayah lakukan untuk Hyo-sun saat Hyo-sun tidak bisa tidur – apakah itu yang ayah bilang? Eun-jo menggunakan kata ‘ayah’ yang membuat Hyo-sun bangkit dengan kaget. Dengan sedih, Hyo-sun bertanya, “Kenapa aku mendengar ini untuk pertama kalinya? Kau seharusnya sudah mengatakan itu lebih awal.”
Semua orang yakin kalau Kang-sook akan kembali tapi Eun-jo perlu menyuarakan ketakutannya dan bertanya apa yang akan Hyo-sun lakukan kalau ibu tidak pernah kembali. Tapi Hyo-sun menjawab pertanyaan kenapa dia yakin ibu akan kembali: “Karena ibu berkata dia tidak mampu mengangkat wajahnya.” Tapi mengabaikan Jun-su adalah sikap yang bahkan membuat Kang-sook lebih sulit mengangkat wajahnya jadi ibu akan kembali.
Hal itu sangat mengejutkan Eun-jo hingga dia duduk dengan tatapan sangat tidak percaya. Ini adalah indikasi pertama kalau Kang-sook benar2 menyesali perbuatannya dan yang paling penting, dia merasa malu. Hyo-sun menambahkan kalau dia percaya Kang-sook tidak akan melupakan waktu 8 tahun, tidak peduli betapa sulitnya sebab itu artinya juga melupakan Dae-sung. Bukankah Eun-jo merasakan hal yang sama?

Narasi Eun-jo: Sangat sulit untuk dipercaya, tapi dia memberitahukanku kalau ibu telah menyadari apa itu rasa malu. Tanpa aku ketahui, Hyo-sun telah tumbuh dari gadis yang lucu menjadi orang dewasa yang tahu bagaimana menghormati masa lalu. Hanya aku dan kuku-ku yang patah yang tetap sama.
Ki-hoon kembali ke rsetoran itu untuk mendekati anak ajumma disana untuk mendapatkan info sebab dia melihat gadis ini kemarin. Ki-hoon tersenyum dan mulai bertanya tentang teman ibu gadis itu. Tapi gadis itu takut pada orang asing dan berkata kalau ajumma sudah pergi. Ketimbang memaksa, Ki-hoon malah bersikap lunak dan berkata kalau sangat sayang sekali.
Ketika Ki-hoon pergi, dia melihat gadis kecil itu berlari ke ibunya. Sebuah telpon penting membuat Ki-hoon pergi sebelum dia berhasil melihat Kang-sook yang ternyata mendengar seorang pria menanyakan tentang dirinya.
Telpon itu adalah dari Direktur Park, pegawai Ki-jung yang mengundurkan diri. Ternyata Park sangat menderita. Dia sangat terbebani oleh semua kecurangan yang dia lakukan dan memberitahukan Ki-hoon informasi penting tentang semua kajahatn yang Ki-jung lakukan via E-mail.
Hari ini ada kungjungan para tetua dari perusahaan Dae-sung. Ki-hoon tahu kalau hal itu tidak bagus jadi dia menghubungi Jung-woo untuk memastikan agar Eun-jo tidak datang ke gudang anggur hari ini sebab dia tidak ingin Eun-jo hadir dalam pertemuan itu.

Para tetua ada disini untuk menginformasikan kalau Hong Ju telah menerima saham mereka di perusahaan Dae-sung sebagai pertukaran untuk saham Hong Ju. Ki-hoon bertanya tentang persyaratan pertukaran itu sebab perusahaan ini tidak bisa mereka telan begitu saja. Salah seorang memotong pembicaraan Ki-hoon dan berkata kalau mereka disini untuk bicara dengan kedua putri Dae-sung bukan untuk berkonsultasi dengan Ki-hoon. Mereka akan kembali besok untuk bicara dengan Eun-jo dan Hyo-sun.
Ki-hoon mencoba menjelaskan kalau kedua anak Dae-sung itu telah melewati banyak hal belakangan ini – jika mereka mendengar tentang ini, maka mereka akan kehilangan keinginan untuk bertahan. Ki-hoon meminta lebih banyak waktu serta detail penawaran Hong Ju. Mereka tetap diam dan pergi.

Berikutnya, Ki-hoon bertemu dengan Park untuk bertanya tentan maksud Park – bantuan mendadak ini sangat mencurigakan. Park hanya mengatakan kalau sebagian dirinya ingin agar Ki-hoon mendapatkan info itu dan menggunakannya untuk melawan Hong Ju tapi yang paling penting adalah keinginan Park untuk mati dengan bersih. Pada akhirnya, apapun motivasi pribadi Park, yang salah tetap salah.
Ki-hoon mengingatkan kalau Park sedang mengundang penyelidikan terhadap perbuatannya sendiri tapi Direktur Park sudah siap bahkan untuk hal yang lebih buruk dari itu. Park mengatakan pada Ki-hoon untuk menggunakan informasi itu untuk apa saja, apakah itu mempublikasikan perbuatan Hong ke seluruh dunia atau memperbaiki perusahaan Dae-sung.
Jung-woo telah melakukan sesuai yang diperintahkan yaitu mengajak Eun-jo pergi jauh. Dia bahkan mengabaikan keinginan Eun-jo yang ingin kembali ke gudang anggur. Jung-woo bahkan berteriak pada Eun-jo agar Eun-jo mendengarkannya. Tapi Eun-jo tetap saja mengeluh dan akhirnya Jung-woo mengeluarkan kartu tersembunyinya: hari ini ulang tahunnya. Jung-woo tidak ingin menjadi pria yang memaksa seseorang untuk merayakan ultahnya bersamanya tapi dia akan menggunakan kartu itu dimana dia bisa. Eun-jo akhirnya mau menurut dan bahkan dia bersenang-senang.

Karena merasa ini adalah hari special bagi Jung-woo, Eun-jo bahkan mau menunjukkan sisi menyenangkan dari dirinya. Mereka pergi berkeliling dan Jung-woo bahkan membandingkan Eun-jo dengan boneka berkepala bulat dan meminta Eun-jo untuk memakai bando warna pink. Eun-jo sebenarnya enggan tapi karena sekarang ulang tahun Jung-woo, dia tidak menolaknya.

Setelah sampai di rumah malam itu, Eun-jo mengucapkan selamat malam pada Jung-woo lalu menuju ke kamarnya sendiri. Tepat saat Eun-jo tiba di pojok, Ki-hoon ternyata ada disana, di paviliunnya.

Ki-hoon memanggilnya, “Eun-jo ya.” Dan menyuruh Eun-jo untuk mendekat. Eun-jo berpikir kalau Ki-hoon pasti sudah gila. Apakah dia sudah melupakan kemarahan diantara mereka? Eun-jo berpikir, “Dia tersenyum. Dia pasti gila.” Tapi kemudian, Eun-jo berjalan ke tempat Ki-hoon sambil berpikir, “Dan aku benar2 gila juga.”

Cinderella’s Stepsister Eps 16

Eun-jo berjalan di lorong2 rumah dan bahkan mencari Hyo-sun untuk membantunya berurusan dengan berita yang mengerikan ini. Sayangnya, Hyo-sun tidak ada disana untuk berbagi dengannya. Eun-jo pergi ke kantor Dae-sung dan meminta foto Dae-sung untuk memberikannya penjelasan tentang apa yang sedang terjadi sekarang.

Ki-hoon menghubungi Eun-jo tapi Eun-jo tidak mau mengangkatnya. Ki-hoon mengiriminya sms, tapi ketika Eun-jo akan memeriksa sms itu, Hyo-sun menelpon dan Eun-jo menjawabnya dengan cepat. Setelah mendengar kalau Hyo-sun akan menemui Dong-soo, Eun-jo menutup telponnya dan langsung menelpon Dong-soo untuk meminta Dong-soo tutup mulut tentang Ki-hoon dan Hong Ju. Dong-soo menurut dengan mudah dan meminta Eun-jo datang juga.

Eun-jo pergi tapi waktu Ki-hoon mencoba menyetir untuknya, Eun-jo malah hampir menbraknya. Eun-jo berkendara tanpa penjelasan ketika Ki-hoon mencoba memanggilnya. Eun-jo tidak pergi ke tempat Dong-soo tapi dia menemui Ki-jung. Dia ingin tahu apakah Ki-jung punya saudara laki2. Ki-jung mengatakan Ki-tae sebagai umpan tapi Eun-jo ingin tahu saudara laki2nya yang lain. Saudara dari lain ibu? Eun-jo menanyakan tentang Ki-hoon dan Ki-jung mengatakan kalau sementara Ki-tae adalah saudaranya, Ki-hoon bukan. Ki-hoon adalah anak haram.
Eun-jo menganggap kalau seluruh klan keluarga Hong sedang dalam persekongkolan untuk mengambil alih perusahaan Dae-sung tapi Ki-jung menghentikan Eun-jo sebelaum dia bisa berkata lebih jauh. Ki-jung tidak punya urusan dengan Ki-hoon dan persetujuan ayahnya dan Ki-jung menjamin bahwa ketika Eun-jo mengetahui apa yang mereka rencanakan, Eun-jo akan kembali untuk menemuinya (Ki-jung), siap untuk melakukan kerja sama. Eun-jo bangkit untuk pergi dan Ki-jung memberitahunya kalau tidak ada yang bangkit sebelum dia.

Eun-jo membiarkannya tenggelam, ketika Eun-jo mengingat kembali apa yang Ki-hoon katakan tentang mereka yang tidak bisa bersama, kenapa semuanya sangat terlambat, dan kenapa Ki-hoon tidak akan pernah bisa membayar hutangnya pada Dae-sung. Tangan Eun-jo bergetar hingga kopinya bercipratan. Ki-jung melihat akibat dari semua pembicaraan itu ketika Eun-jo berjalan keluar. Eun-jo terjatuh dari kursinya jadi Ki-jung menyuruh sekretarisnya untuk membantu Eun-jo. Ki-jung melihat Eun-jo terjatuh waktu berjalan ke mobilnya jadi lagi2 Ki-jung menyuruh sekretarsinya untuk mengantar Eun-jo pulang.
Eun-jo berteriak, “Apa yang kalian semua lakukan? Jadi membuatku sampai di garis ini… kalian semua mengumpulkan kekuatan kalian dan membunuh seorang pria. Aku pikir aku adalah orang yang melakukan itu. Tapi kalian memberitahuku kalau aku bukan pelakunya… siapa yang membunuh ayahku? Semua orang itu… termasuk orang itu… termasuk orang itu… mereka semua membunuh seorang pria. Itukah yang kau beritahu padaku?”
Ki-jung mendekat dan bertanya apakah Eun-jo baik2 saja sebab dia terlihat pucat. Eun-jo tetap melanjutkan perkataannya, “Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kalian semua ada dalam masalah besar…” Dan Eun-jo menengadah dengan pelan2, memberikan tatapan kematian khas Eun-jo pada Ki-jung. Eun-jo berkata, “Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan semua itu. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Hah?”

Eun-jo pergi untuk bertemu dengan Hyo-sun di restoran Dong-soo. Dia ingin agar mereka makan siang bersama. Hyo-sun tahu ada sesuatu yang sedang terjadi karena Eun-jo terlalu baik dan peduli. Hyo-sun bertanya apakah ibu mengatakan seuatu. Tapi ternyata bukan itu. Ini adalah hal lain.
Eun-jo bertanya pada Hyo-sun bagaimana perasaan Hyo-sun tentang penolakan Ki-hoon. Eun-jo juga memastikan dengan menambahkan bahwa dia bukan bertanya karena ingin mendekati Ki-hoon. Hyo-sun bertanya dengan enggan apakah Eun-jo benar2 ingin tahu.eun-jo menjawab, “Aku benar2 ingin tahu. Aku berjanji akan lebih dekat denganmu. Kau mungkin tidak mempercayaiku tapi sebagai saudaramu… atau kalau bukan itu, mungkin sebagai teman yang wajahnya kau lihat tiap hari… hanya itu yang bisa aku minta.” Hyo-sun berujar, “Apa kau benar2 penasaran? Rasanya sakit. Ditolak secara resmi… rasanya sakit.”
Eun-jo bertanya Ki-hoon itu orang macam apa dan bagaimana dia bisa ada di rumah. Hyo-sun berkata kalau ayah membawa Ki-hoon suatu hari dan berkata kalau Ki-hoon adalah putra temannya yang memerlukan pekerjaan paruh waktu untuk membayar uang kuliahnya. Eun-jo bertanya apakah hati Hyo-sun masih pada Ki-hoon. Hyo-sun berkata, “Bagaimana menurutmu?” Eun-jo: “Aku bertanya karena aku tidak tahu.” Hyo-sun menjawab, “Ya, meskipun oppa mencari wanita lain. Meskipun dia tidak mau berurusan denganku… selamanya.” Hyo-sun berterima kasih karena Eun-jo sudah bertanya.

Ki-hoon menerima telpon dari Ki-jung dan mengatakan kalau Eun-jo sudah tahu latar belakang keluarga Ki-hoon. Tambahan, Eun-jo juga berpikir kalau mereka (Ki-hoon dan Ki-jung) berkomplot dengan ayah Hong. Ki-hoon bertanya bagaimana Eun-jo menghadapi berita itu, apakah dia menangis. Ki-jung berpura-pura tidak ingat dan berkata dia hanya terguncang. Ki-jung meminta Ki-hoon untuk memberitahu dan mengatur agar Eun-jo tidak bicara pada pers tentang keluarga Hong. Tapi Ki-hoon tidak mendengarkan. Ki-hoon bertanya-tanya kemana Eun-jo pergi dengan keadaan terguncang seperti itu. Dia berteriak pada Ki-jung, “Bagaimana kau membiarkannya sendiri ketika dia terguncang seperti itu? Kau seharunya menelponku!” Ki-hoon merosot dari tenpat tidurnya dan Jung-woo terlihat di pintu.

Kedua pria ini pergi ke tempat Dong-soo, dimana Hyo-sun ikut dalam tes meincicipi makguli dengan mata tertutup. Untuk beberapa alasan, Hyo-sun sama sekali tidak bisa mengenali mana anggur beras ayahnya. Ki-hoon meminta Eun-jo untuk bicara sebentar dan Hyo-sun memandang dengan tatapan sakit. Jung-woo yang membereskan ini. Eun-jo mencoba untuk kabur tapi Ki-hoon berhasil menyusulnya. Ki-hoon mencoba menjelaskan dengan mengatakan kalau dia ingin memberitahu Eun-jo berkali-kali. Eun-jo menutup telinganya dan berteriak kalau dia tidak ingin mendengar apapun. Ki-hoon berusaha membuat Eun-jo mau mendengarkan tapi Eun-jo malah menampar wajah Ki-hoon. Ki-hoon lalu menarik Eun-jo dan mendudukkannya di kursi penumpang.

Ki-hoon membawa Eun-jo ke tengah hutan. Eun-jo bereaksi dengan kejam, dia berteriak, memukul, agar Ki-hoon mau membiarkannya pergi. Eun-jo berkata, “Alasan macam apa yang akan kau berikan? Aku tidak bisa mendengar apa2 sekarang. Jika aku mendengarkannya sekarang, aku merasa seolah-olah seluruh tubuhku akan pecah berkeping-keping. Sialan. Keparat. Kau yang terendah diantara yang terendah. Aku bahkan tidak ingin mendekatimu. Semua ini tidak tertahankan!” Ki-hoon menarik Eun-jo waktu dia mencoba untuk pergi. Ki-hoon berkata, “Ayo akhiri ini sekarang!” Eun-jo mencoba menggigit tangan Ki-hoon lalu merosot ke tanah.
Jung-woo mengantar Hyo-sun pulang ke rumah dan Hyo-sun bertanya kemana Eun-jo dan Ki-hoon pergi. Jung-woo berbohong dengan mengatakan kalau mereka mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan pabrik tapi Jung-woo tidak tahu itu apa. Hyo-sun bertanya apa hubungan Jung-woo dengan Eun-jo. Jung-woo menjawab kalau dulu waktu mereka masih kecil, mereka pernah tinggal di rumah yang sama. Hyo-sun mencoba mengumpulkan semua kejadian dan menyadari kalau Jung-woo tahu Paman Jang. Jung-woo berkata kalau Jang tidak ada hubungan dengannya. Tapi Hyo-sun melangkah lebih jauh, menyadari kengganan Jung-woo untuk membiarkannya bertemu dengan Jang. Hyo-sun berkesimpulan kalau Jang adalah ayah Jung-woo. Hyo-sun bertanya kenapa mereka semua berada di rumahnya dan menganggap kalau mereka semua melakukan persekongkolan. Jung-woo mencoba menjelaskan tapi Hyo-sun memintanya untuk diam.

Kembali ke Eun-jo dan Ki-hoon. Eun-jo sambil menangis mengatakan pada Ki-hoon kalau Ki-hoon bisa saja bersikpa berbeda tidak peduli apa yang sudah ayah Ki-hoon katakan atau lakukan. Bagaimana mungkin Ki-hoon melakukan hal seperti itu pada pria yang sudah mengajaknya pulang ke rumahnya dan membuatnya bertemu dengan Hyo-sun… dan dengan Eun-jo… Ki-hoon mengatakan kalau dirinya menjadi gila setelah mengetahui kalau Ki-jung adalah penyebab kematian ibunya. Ki-hoon masih terus memohon atas nama balas dendam. Tapi Eun-jo tidak bisa menerimanya. Eun-jo bertanya bagaimana Ki-hoon bisa diam saja dan melihat Dae-sung, Hyo-sun dan dirinya dibohongi…

Eun-jo: Bagaimana rasanya, melihat Hyo-sun yang menyukaimu? Dan aku, yang seperti orang gila yang tidak bisa melupakanmu? Apa rasanya menyenangkan!?
Ki-hoon: Apa kau ingin mati? Apa kau ingin mati? Benarkah, apa kau ingin mati? Aku sudah melepaskanmu, dan paman yang lepas melalui tanganku. Aku membiarkanmu pergi. Aku bisa melihatmu dimana aku melepaskanmu, tapi aku tidak bisa membawamu kembali. Apa rasanya menyenangkan? Aku, yang melakukan dosa besar, dan yang hanya bisa aku pikirkan adalah bagaimana aku bisa tetap memilikimu… bagaimana rasanya untukku? Aku mati dan pergi ke neraka, kau…
Eun-jo: Diam.
Ki-hoon: Gadis jahat.
Eun-jo tidak membiarkan Ki-hoon melepaskan tanggung jawabnya. Eun-jo berkata kalau Ki-hoon mungkin ingin lari tapi takdir Ki-hoon dalam hidup adalah untuk tetap menjadi oppa bagi Hyo-sun. Dia mengatakan pada Ki-hoon untuk jangan pernah mengatakan hal ini pada Hyo-sun, Ki-hoon hanya harus terus lanjut dan menyelesaikan pekerjaannya lalu pergi, seperti bagaimana dia pergi ke militer. Eun-jo berkata kalau Ki-hoon juga harus mengatakan pada Hyo-sun kalau Ki-hoon akan selalu ada untuknya kapanpun dia perlu dan hal ini harus terus Ki-hoon lakukan sampai mati.

Eun-jo berkata, “Beginilah, tanpa membunuhmu disini, tanpa melakukan hal lain, inilah satu2nya cara bagimu untuk membiarkanmu tetap disini.” Lalu Eun-jo masuk ke dalam mobil dan berkendara tanpa Ki-hoon. Dalam diamnya, Ki-hoon memandangi Eun-jo menjauh kemudian memutuskan untuk mengejarnya. Eun-jo dengan penuh air mata melihat Ki-hoon dari kaca mobil dan menginjak gas. Ki-hoon jatuh dan berguling di tanah.

Eun-jo pulang ke rumah dimana Jung-woo sudah menunggunya. Jung-woo mencoba memberitahu Eun-jo tentang Hyo-sun tapi Eun-jo bahkan tidak membiarkannya mulai dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin mendengar apa2 sekarang. Eun-jo masuk ke kamarnya dan mencari semua benda yang mengingatkannya pada Ki-hoon, benda2 yang dulu dia anggap berharga. Eun-jo mencoba mematahkan pulpen Ki-hoon menjadi dua padahal masih dalam kotaknya. Lalu, Eun-jo malah melemparnya ke bawah tempat tidurnya. Eun-jo mengambil peta Ushuaia dan merobek-robeknya. Jun-su masuk ke kamar Eun-jo dan mengatakan kalau ibu dan Hyo-sun telah pergi. Jun-su bersandar pada Eun-jo.

Eun-jo lalu menghubungi ibu tapi hpnya tidak dijawab. Dia lalu menghubungi Hyo-sun dan sama saja tidak dijawab. Hyo-sun dan ibu naik kereta dan ibu bertanya apakah mereka harus menyelesaikannya dengan cara seperti ini. Hyo-sun menceritakan sudut pandangnya: dia jatuh cinta pada ibu saat pertama kali melihatnya, ayah mempercayai dan mencintai ibu dan meski Hyo-sun tahu bahwa cinta ibu tidak murni, dia tetap bersyukur karena ada ibu… selama 8 tahun. Tapi sekarang, rasa terima kasih Hyo-sun, cinta ayah… telah dikotori. Kang-sook berkata kalau semua pembicaraan ini tidak penting. Ibu hanya ingin tahu apa yang Hyo-sun inginkan.
Lalu Hyo-sun mencoba mengajari ibu tentang menjadi manusia, “Begitulah kau berurusan dengan perasaan orang. Bukan babi, bukan sapi, bukan anjing tapi manusia! Kau memperlakukan ayahku dan aku seperti babi, seperti anjing. Bagaimana bisa kau tidak tahu itu?” Kang-sook berteriak kalau dia tidak mengerti kenapa mereka harus melewati semua ini di saat Dae-sung sudah mati. Dan ibu sudah putus hubungan dengan Jang, yang sama sekali tidak dipercayai Hyo-sun.
Kang-sook berujar, “Jangan bilang kalau Eun-jo kejam. Kau ratusan, ribuan kali lebih buruk darinya, kau jalang jahat!” Paman Jang mendengarkan semua ini dari luar stasiun kereta. Lalu, Jang dan Hyo-sun duduk di sebuah restoran, sedangkan ibu menunggu sendiri. Ide buruk membiarkan ibu sendiri sebab dia bisa saja merencanakan untuk kabur. Kang-sook memulai rencananya tapi dia dikenali oleh seorang wanita.

Di dalam restoran, Hyo-sun menunjukkan foto Dae-sung pada Paman Jang dan berkata kalau ayah adalah pria yang sangat baik. Hyo-sun mengatakan kalau Eun-jo saja mencintai dan menghormati ayahnya. Kalau Eun-jo tidak mencintai ayahnya, Hyo-sun pasti sudah mengusir Eun-jo dari dulu. Hyo-sun berujar, “Karena dia mencintai ayahku… maka aku membiarkannya tinggal.”
Hyo-sun berkata kalau ayahnya juga sangat mencintai ibu hingga dia tidak pernah memberitahu kalau dia tahu hubungan ibu dan Jang sebab ayah takut ibu akan meninggalkannya. Hyo-sun memberitahu Jang kalau dia baru bisa bicara sekarang, setelah bertemu dengannya, bahwa Jang tidak akan pernah bertemu dengan ibu lagi. Tapi Hyo-sun berada disini bukan untuk hal itu. Apa yang Hyo-sun inginkan adalah permintaan maaf bukan padanya tapi kepada Dae-sung. Sebab Hyo-sun tidak bisa tidur karena saking sedihnya memikirkan ayahnya. Hyo-sun berkata kalau ibu juga bersalah tapi dia sudah dihukum sekarang dan dengan tulus menyesali perbuatannya.

Hyo-sun berekeras kalau Jang harus minta maaf pada ayahnya, kalau dia memang manusia. Jang tidak berkata apa dan malah menegak minuman lagi. Hyo-sun meminta sebotol anggur beras Dae-sung. Hyo-sun memegangnya dengan erat dan air mata mulai berjatuhan dan berkata kalau anggur ini adalah anggur ayahnya. Jang akhirnya memandang Hyo-sun dan berkata kalau dia adalah binatang buas dan berpikir bahwa apa yang dia lakukan adalah perbuatan binatang bukan manusia. Jang berkata, “Jika kau mau mendengarkan kata2 binatang maka aku akan bicara. Aku bersalah. Bilang pada ayahamu kalau aku bersalah. Aku bersungguh-sungguh.” Jang membayar dan pergi. Hyo-sun menangis. Dia memegang foto Dae-sung dan sebotol anggur beras ketika dia terisak.
Anggur beras Dae-sung sekarang sudah beredar dan hasilnya sangat memuaskan. Jung-woo melakukan usaha yang kedua dan menelpon Eun-jo. Akan tetapi Eun-jo malah menyapanya dengan, “Ada sesuatu yang terjadi di gudang anggur? Tidak? Baiklah kalau begitu. Aku bisa menghubungiku nanti.” Eun-jo dan Ki-hoon ada di restoran Dong-soo sedang meletakkan logo yang baru pada anggur beras Dae-sung. Dong-soo ingin bicara pada Eun-jo jadi mereka menyingkir dan meninggalkan Ki-hoon sendiri.
Dong-soo bertanya apa yang terjadi sebab dia tidak mengerti kenapa Ki-hoon masih disini kalau dia berasal dari keluarga Hong. Eun-jo berkata kalau Dong-soo tidak perlu mengkhawatirkannya. Dong-soo mengatakan kalau Eun-jo sama sekali tidak berubah sedikit pun. Tapi, Dong-soo ternyata akan menikah. Dia memberikan undangan pada Eun-jo, Hyo-sun dan Ki-hoon. Dong-soo bertanya-tanya apakah Ki-hoon akan datang sebab Ki-hoon tidak pernah menyukainya. Eun-jo berkata kalau dia akan memberikan undangan itu.
Lalu, Dong-soo mengatakan alasannya kenapa dia ingin bicara dengan Eun-jo. Dong-soo khawatir kalau ada hal serius yang terjadi pada Hyo-sun. Fakta bahwa dia tidak bisa merasakan apapun… tidaklah normal untuknya atau siapapun. Dong-soo berkata pada Eun-jo kalau semua terasa sama bagi Hyo-sun dan bahwa seharusnya Hyo-sun dibawa ke rumah sakit.

Akhirnya Eun-jo menerima telpon Jung-woo dan tahu kalau Hyo-sun sudah tahu tentang Paman Jang. Eun-jo dan Ki-hoon berhenti. Eun-jo merasa resah bagi Hyo-sun dan sekarang tahu kenapa Hyo-sun sakit dan terluka. Eun-jo menangis untuk Hyo-sun. Ki-hoon mendekati Eun-jo dan mengulurkan tangannya di atas Eun-jo. Tapi Ki-hoon ragu dan akhirnya menarik kembali tangannya.

Hyo-sun kembali ke stasiun kereta dan ibu telah pergi. Dia menunggu dan menunggu tapi tidak ada hasilnya. Dia menelpon ke rumah dan Jun-su mengatakan kalau ibu tidak di rumah. Hyo-sun terus menunggu sampai kereta berhenti berjalan. Dia duduk sendirian di dalam kegelapan, “Jadi seperti ini, benar kan? Bu, beginikah jadinya?” Hyo-sun berlari tapi semuanya sudah tutup dan dia sendirian. Hyo-sun menangis lalu dia berteriak, “Ibu… Ibu… Ibu… Ibu… Jangan pergi! Ibu, jangan tinggalkan aku!”

Cinderella’s Stepsister Eps 15

Setelah membaca buku harian ayahnya, Hyo-sun berhamburan ke kamar Kang-sook. Dia menatap Kang-sook dengan tatapan benci dan mulai melempari baju dari dalam lemari ibu dan bahkan melemparkan koper ibu. Hyo-sun berteriak, “Keluar!” Sayangnya, kejadian itu hanya ada di kepala Hyo-sun sebab sebenarnya, Hyo-sun hanya berdiri di luar pintu kamar ibu. Dia yakin akan memerankan skenario itu tapi akhirnya kemudian dia berbalik dan pergi. Di dalam kamarnya, Kang-sook duduk dengan tenang menguatkan dirinya untuk menghadapi pertengkaran yang tidak pernah terjadi.

Di kamarnya, Hyo-sun mengatakan pada foto ayahnya kalau dia baru saja akan bertanya bagaimana Kang-sook bisa melakukan itu pada ayah dan bahwa dia bisa saja mengusir Kang-sook! Hyo-sun berkata, “Tapi aku tidak melakukannya, ayah! Aku tidak ingin mengusir dia dengan mudahnya. Sebab aku tidak ingin menyelesaikan ini dengan mudahnya, aku bertahan.” Hyo-sun mengatakan pada ayahnya untuk menunggu dan melihat bagaimana dia menyelesaikan ini.

Keesokan paginya, Hyo-sun mengejutkan ibu di lorong. Dia memandang ibu dengan dingin dan menebak kalau ibu pasti akan menceritakan apa yang terjadi pada Eun-jo. Hyo-sun tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan dia menjelaskan pada ibu dengan nada yang tenang, “Kau tidak harus melakukan itu, I – bu!” Suara Hyo-sun terdengar menantang ketika dia melanjutkan, “Kalau Eun-jo tahu, segalanya akan jadi ramai, dan aku tidak menginginkan itu. Biarkan ini mengendap dengan tenang. Jangan melakukan apapun. Tinggal saja dengan tenang sebagai nyonya rumah ini. Sebagai ibuku.”
Kemudian, Hyo-sun kembali ke suara normalnya dan mengatakan kalau Eun-jo telah pergi untuk menangani masalah kontrak. Kang-sook dibiarkan heran pada apa yang terjadi pada anak tirinya. Ke masalah lain. Sekarang mesin sudah dibatalkan, jadi Ki-hoon pergi ke teman lamanya dan meminta pertolongan. Begitu pentingnya permintaan Ki-hoon hingga dia tidak meminta banyak ketika dia memberitahu kenalannya apa yang dia perlukan. Ki-hoon tahu dia sudah bersikap lancing tapi penderitaannya tidak memikirkan bagaimana harus bersikap sopan.

Tidak sukses dengan satu kenalan, Ki-hoon beralih ke yang lain yang bahkan kali ini menutup telponnnya. Ki-hoon menelpon lagi pria itu kalau dia akan bertemu dengannya karena dia menolak untuk menyerah sampai dia mendapat kesempatan untuk bertemu. Hyo-sun mengumumkan pesan bahwa Ki-jung ingin bertemu dengan Eun-jo dan kelihatannya perubahan sikap Hyo-sun tidak membuat Eun-jo curiga.

Hyo-sun dengan santai bertanya tentang seorang pria yang bernama Jang. Dia bertanya apakah Eun-jo yakin kalau tidak ada orang seperti itu di keluarga ibu. Eun-jo tegang, seolah-olah Hyo-sun sudah tahu yang sebenarnya, dan menjawab kalau tidak ada pria seperti itu. Hyo-sun memandangi Eun-jo dengan lekat lalu berkata, “Baiklah. Aku mengerti.”
Eun-jo berharap Hyo-sun ikut dengannya bertemu dengan Ki-jung. Akan tetapi, Hyo-sun sudah berencana untuk tinggal di rumah sebab kelihatannya ibu memerlukannya. Kata2 yang diucapkan Hyo-sun memang tidak aneh tapi cara Hyo-sun mengucapkan kata2 itu membuat Eun-jo tidak tenang. Karena bertambah tidak nyaman, Eun-jo menelponl ibunya. Karena tidak mendapatkan jawaban, Eun-jo langsung mencari Jung-woo untuk mengatakan padanya kalau Paman Jang tidak boleh muncul lagi.

Jung-woo memberikan jaminan pada Eun-jo kalau Jang tidak akan muncul. Dia sudah mengatakan dengan jelas kalau dia memerlukan uang, dia akan menelpon Jung-woo dan bukan Eun-jo. Hyo-sun menemukan Kang-sook dengan mengemas kimbap di dapur dan memasukkan sepotong ke mulutnya. Kang-sook begitu penasaran pada sikap Hyo-sun dan sedikit pujian membuatnya ngeri.

Ini bahkan tidak dibantu oleh telpon yang diterima Hyo-sun dari nenek, khususnya lagi ketika Hyo-sun bertanya, “Bagaimana dengan ibuku?” Kang-sook memandang anak tirinya dengan khawatir ketika Hyo-sun melanjutkan, “Aku tidak tahu apa yang akan kau ucapkan, tapi jangan katakan itu, Nek! Aku akan datang menemuimu segera. Jadi jangan katakan itu sekarang.” Di tempat lain, Ki-hoon pergi ke tempat Ki-jung untuk meminta kakaknya itu memberitahunya sejauh mana Ki-jung akan melaksanakan perbuatan kejam itu.
Ki-jung menjawab kalau dia tidak bisa memberitahu Ki-hoon sebab dia tidak mengenal dirinya sendiri – tapi dia berencana melakukan ini sampai akhir. Ki-jung hanya ingin membuat Ki-hoon takut dan kemudian dia mengatakan kalau Ki-hoon sebaiknya pergi sebelum Eun-jo tiba. Ki-hoon turun dengan lift dan benar saja, waktu pintu lift terbuka, ada Eun-jo dihadapannya.

Pikiran Eun-jo sangat tersita hingga waktu masuk ke dalam lift dan berdiri di depan Ki-hoon, dia sama sekali tidak memperhatikan Ki-hoon disana. Eun-jo naik untuk bertemu dengan Ki-jung. Ki-jung menyarankan pada Eun-jo ketimbang menggunakan dana dari Jepang untuk membangun kembali perusahaan Dae-sung, lebih baik menggunakan dana dari Hong Ju. Ini cara yang baik untuk mengambil alih dan Eun-jo tahu itu. Ki-jung menjelaskan proposalnya dengan sederhana: dia akan membantu Eun-jo melanjutkan penelitian tentang ragi dan dia akan membiarkan perusahaan Dae-sung mempertahankan namanya sebab perusahaan itu telah membangun reputasi yang solid yang patut dipertahankan.

Berlawanan dengan pernyataan Ki-jung, Eun-jo mengatakan, “Terima kasih.” Eun-jo mengatakan kalau Ki-jung baru saja mengatakan potensi besar perusahaan Dae-sung sebab pasti sangat berharga bagi perusahaan minuman nomer satu di negeri ini untuk menelan mereka. Eun-jo menambahkan, “Kau telah memberikanku kekuatan untuk bangkit kembali.” Faktanya, jika ragi Eun-jo seharga sesuai dengan harga yang ditawarkan Ki-jung maka harga pasarannya pasti beberapa kali lebih tinggi dari harga itu. Eun-jo pasti bodoh bila menjualnya sekarang. Eun-jo sekali lagi mengucapkan terima kasih pada Ki-jung lalu menambahkan, “Aku tidak akan melupakan apa yang telah kau lakukan pada kami, tidak akan pernah. Aku akan membalasmu jadi tunggu dan lihat.”

Perubahan yang terjadi sekarang berarti membuat Kang-sook tidak nyaman dengan semua saran dari Hyo-sun, seperti misalnya menjemput Jun-su ke TK-nya meskipun sebenarnya dia bisa pulang sendiri naik bus. Masih berbicara dengan nada yang sopan dan tenang, Hyo-sun menyarankan agar mereka membuat foto keluarga. Terlalu buruk sebab mereka tidak pernah berfoto bersama saat Dae-sung masih hidup tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kehangatan Hyo-sun yang terlihat pura2 membuat Kang-sook takut. Hyo-sun jadi sulit ditebak dan Kang-sook hanya bisa menyaksikan waktu Hyo-sun bermain dengan Jun-su. Kang-sook merasa ada bahaya bila mempercayai kepolosan Hyo-sun dan dia berpikir:
Kang-sook: Makhluk kecil itu berani melawanku tanpa rasa takut – aku, Song Kang-sook, yang bertarung dengan Tuhan atau Buddha dan menang. Aku tidak pernah takut pada Tuhan atau Buddha, tapi gadis itu yang hanya seekor anak anjing sekarang menunjukkan taringnya. Anak anjing ini lebih menakutkan dari hantu buatku.
Kang-sook menyelinap untuk pulang ke rumah saat anak2nya sedang bermain di taman. Dia cepat2 mengemasi barang2nya dan bergegas ke halte bus. Halte bus yang sama dimana Dae-sung dulu pernah datang untuk menghentikan kepergiannya.
Kang-sook: Takdir wanita jalang ini… melihatnya sekarang, hal paling kotor dalam hidupku adalah rumah ini. Tuhan, Buddha, terima kasih sudah menunjukkannya padaku sekarang. Akhirnya, kau harus mempercayai akalmu.

Bus akhirnya berhenti di halte itu tapi Hyo-sun ternyata tidak membiarkan Kang-sook pergi begitu saja. Dia terlihat dari kejauhan, berlari dan berteriak agar ibu tidak pergi kemana-mana. Kang-sook terburu-buru masuk ke dalam bus dan duduk dengan gelisah ketika bus itu mulai berjalan. Hyo-sun tersandung sepatunya jadi dia mengejar bus itu dengan bertelanjang kaki. Ketika supir bus melihat dia di kaca, dia mengabaikan perintah Kang-sook untuk tidak berhenti.

Hyo-sun masuk ke dalam bus. Dia megap2 kehabisan nafas dan terlihat marah. Dia menarik Kang-sook dan satu tangannya tetap memegangu baju ibu agar dia tidak kabur. Tapi itu tidak menghilangkan keinginan Kang-sook untuk kabur. Dia lari dan Hyo-sun mengejarnya. Pergulatan diantara mereka berdua membuat mereka terpeleset di rumput dan terguling ke parit kotor. Kang-sook berteriak kalau Hyo-sun adalah gadis mengerikan seperti hantu. Tapi Hyo-sun malah menatap dengan kejam dan berkata ibu tidak akan pergi kemana-mana – ibu akan tinggal dimana dia memang tinggal dan hidup di bawah perintah Hyo-sun, “Jika aku ingin melihatmu kabur, aku bisa saja mengusirmu. Apa kau pikir aku akan meninggalkanmu sendiri begitu saja?” Hyo-sun mengumumkan kalau ini adalah rahasia diantara mereka dan surga. Jadi tetap tutup mulut.

Kang-sook meminta Hyo-sun untuk mengutuknya saja atau memanggilnya jalang – bagaimana bisa Hyo-sun tersenyum dan memanggilnya ‘ibu’? Kang-sook berkata, “Kau seratus kali lebih menakutkan dariku, kau tahu itu?” Hyo-sun meledak dan berkata kalau bukan karena Jun-su, dia pasti akan melakukan itu. Tapi bagaimana bisa dia mengutuk adiknya – putra ayahnya? Hyo-sun: “Apakah aku harus mencoba? Apakah aku harus meludah di wajah Jun-su dan memanggilmu perempuan jalang?” Kang-sook menantang Hyo-sun untuk melakukannya tapi Hyo-sun berteriak kalau dia tidak bisa melakukan itu pada ayahnya. Sekarang Kang-sook mulai terisak tapi Hyo-sun tidak akan membiarkan Kang-sook untuk menenangkannya dan mendorongnya. Hyo-sun memperingatkan Kang-sook untuk jangan berani2nya meminta maaf sebab dia tidak akan mempercayai ibu.
Hyo-sun: Apa kau akan meminta permintaan maafku, ibu? Orang yang seharusnya kau mintai maaaf sudah meninggal, jadi kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Hiduplah seperti itu sepanjang hidupmu, sebagai pendosa. Apa kau pikir aku akan memaafkanmu? Apa kau pikir aku akan membiarkanmu hidup dengan perasaan tenang?

Hyo-sun berteriak saat dia menangis dan meratapi ketidakadilan ini. Kedua wanita ini berjalan pelan ke rumah dan keduanya terlihat sangat kacau. Hyo-sun lemas di belakang ibu sebab kakinya sakit. Kang-sook memandang lukan Hyo-sun dan Hyo-sun menaikkan dagunya seolah-olah dia ingin mengatakan, “Apa?!” Kang-sook berlutut di depan ibu dan menyuruh Hyo-sun untuk naik ke punggungnya. Begitulah Kang-sook membawa Hyo-sun pulang.
Eun-jo telah berusaha menghubungi Ki-hoon sepanjang hari tapi tidak berhasil. Jadi ketika akhirnya Ki-hoon muncul di rumah, Eun-jo cukup marah untuk memintanya mengundurkan diri. Tapi kemarahan itu segera hilang ketika Ki-hoon memberitahu Eun-jo kalau dia akhirnya berhasil menghubungi salah satu kenalannya untuk bekerja sama dengan mereka. Untuk itu, mereka sekarang punya pengganti untuk mesin pengetes ragi mereka yang dibatalkan. Tapi syarat ketat datang bersama perjanjian ini.

Sebagai tambahan atas harga tinggi dan perjanjian untuk bekerja sama dalam penelitian ragi, Ki-hoon harus bekerja untuk perusahaan itu. Kenalan Ki-hoon itu adalah kakak kelas saat dia kuliah di luar negeri (AS) dan kenalan ini mengatakan kalau Ki-hoon sangat diperlukan di perusahaan mereka. Ki-hoon setuju sebab itu satu2nya cara agar perusahaan Dae-sung bisa bangkit kembali dan menahan semua usaha yang ingin menghancurkan mereka.
Hal ini adalah berita buruk buat Eun-jo. Dan saat Ki-hoon sudah lama pergi, Eun-jo masih duduk dengan sedih. Beberapa waktu kemudian, Jung-woo melihat Eun-jo dengan khawatir dan memintanya untuk bergerak atau melakukan sesuatu.

Eun-jo: Dari dulu, cahaya matahari pagi sama sekali tidak menyenangkan bagiku. Aku lebih suka membuka mataku di rumah beberapa pria atau di kamar motel. Suara yang paling sering aku dengar adalah makian ibuku dan umpatan yang diucapkan oleh kekasih ibu. Suara peralatan rumah tangga yang pecah, hal2 seperti itu. Tapi suatu hari, aku tidak mendengar suara itu. Aku menebak setelah beberapa lama, aku akan mulai mendengar suara2 itu lagi. Kedamaian ini akan pecah, jadi aku tidak memercayainya. Jika aku percaya dan ternyata tidak benar, aku akan menjadi satu2nya yang terluka. Tapi meskipun waktu telah berlalu, aku tidak mendengar umpatan ibuku. Di atas semua itu, cahaya matahari mulai menyenangkan untukku – aku ingin tidur di malam hari karena begitulah cara pagi akan keluar. Jika aku tidur  lalu bangun, maka aku akan memulai hariku bersama pria itu. Kapanpun aku membalikkan kepala, orang inilah yang senang aku lihat. Aku tidak berani berharap banyak. Jika aku kembali dari suatu tempat, sudah cukup kalau dia berada disana. Jika aku tidak melihatnya untuk beberap waktu lalu tiba2 melihatnya, aku bahagia seolah-olah baru melihatnya untuk pertama kalinya setelah seribu tahun. Itu sudah cukup buatku. Tapi yang seperti itu adalah berharap terlalu banyak, dia pergi dan aku tidak bisa melihatnya lagi ketika yang aku perlukan hanyalah melihatnya lagi. Tapi sekarang dia pergi lagi. Dia bilang dia akan pergi. Benar2 menyebalkan…
Karena prihatin pada apa yang terjadi pada Eun-jo, Jung-woo setengah bercanda untuk menahan kepergian Ki-hoon dengan cara mematahkan kakinya. Begitu menderinya Eun-jo hingga dia bertanya, “Bisakah kau melakukan itu?” Eun-jo lalu berusaha meyakikan dirinya kalau ini adalah yang terbaik bagi mereka semua. Meski, dia tidak membohongi siapa2.
Eun-jo masuk ke dalam rumah dan mendengar suara ribut2. Dia melihat Hyo-sun dan Kang-sook sedang bertengkar – ibu berusaha mengobati kaki Hyo-sun tapi Hyo-sun menolak. Setelah Eun-jo masuk, mereka berhenti bertengkar. Hyo-sun tersenyum pada Eun-jo dan menatap Kang-sook dengan tatapan yang mengatakan, “Kau sebaiknya ikut bersandiwara atau aku akan membuatmu menyesalinya.”

Hyo-sun berkata kalau dia menangis karena ibu mengobatinya kurang hati-hati dan dengan manis meminta ibu untuk mengobatinya secara pelan-pelan saja. Kang-sook menurut dan Eun-jo meninggalkan ruangan itu, kecurigaannya menghilang untuk sekarang. Setelah Eun-jo menghilang, Hyo-sun menendang tangan Kang-sook dan menatapnya dengan marah.

Pada saat sarapan, Hyo-sun dan Kang-sook melanjutkan perang dingin mereka selagi Eun-jo makan. Eun-jo sama sekali tidak memerhatikan saling pandang diantara keduanya. Akan tetapi, dia memerhatikan keanehan Hyo-sun yang menggarami makanannya seolah-olah itu bukan apa-apa. Tapi saat Eun-jo mencobanya, dia tersedak. Karena merasa kalau Hyo-sun sedang demam, maka Eun-jo menariknya ke tempat tidur. Eun-jo mengabaikan perkataan Hyo-sun kalau dia baik2 saja. Eun-jo menyuruh Hyo-sun untuk beristirahat dan menunggu dokter sedangkan Kang-sook yang menunggui.
Hyo-sun melawan dan memandangi Kang-sook yang mendesah dengan berat, “Aku telah melakukan banyak dosa sehingga kau pasti dikirm padaku oleh takdir. Jadi ini hukuman buatku.” Ketika Eun-jo tiba di gudang anggur, dia mendengar suara tak terduga yang berasal dari ruang penyimpanan. Disana, dia melihat Ki-hoon sedang mencoba anggur dengan seorang wanita. Ki-hoon mengantar wanita itu ke mobilnya dan menyuruhnya pulang dengan senang.

Ki-hoon bergabung dengan Eun-jo untuk memberinya dokumen yang berhubungan dengan perkiraan harga. Eun-jo mulai membaca dan dia terpaku pada kenalan Ki-hoo hingga yakin dia bisa tertawa lepas. Dan Ki-hoon tertawa lepas bersama Eun-jo. Eun-jo mengatakan pada Ki-hoon kalau perubahan pekerjaan bagus untuknya – Ki-hoon seharusnya bekerja pada perusahaan besar. Alasan kenapa Ki-hoon masih tetap tinggal setelah kematian Dae-sung adalah karena dia tidak mendapatkan ijin untuk pergi, kan? Dalam sikap normalnya, Eun-jo sebenarnya menutup pintu dan menghadapi kenyataan.
Hyo-sun dirawat oleh dokter tradisional dan sedang tidur ketika Kang-sook memeriksa keadaannya. Tiba2 saja, Hyo-sun merintih dalam tidurnya dan mengatakan sesuatu dengan menyakitkan, “Jangan… jangan pergi.” Dia bahkan menangis. Kang-sook berbicara dengan foto pernikahannya untuk memberitahu Dae-sung, “Kau benar2 kejam dalam menghukum. Kau dan putrimu jauh lebih kuat daripada aku.”
Ki-jung menghadapi masalah baru ketika dia mendengar kalau perusahaan Dae-sung berusaha membuat anggur lagi. Di atas semua itu, mereka punya pembeli – Ki-hoon telah berusaha meyakinkan pembeli Jepang mereka untuk membeli produk dari mereka ketimbang Hong Ju. Di samping itu, penelitian telah mebuktikan kalau anggus Dae-sung lebih enak ketimbang punya Hong Ju. Ki-jung mencoba menahan marahnya dan bertanya apa ada lagi. Kemudian, Direktur Park mengeluarkan sebuah surat dan memberikannya pada Ki-jung – surat pengunduran dirinya.

Di pabrik, Eun-jo menikmati suasana ketika melihat pabrik berproduksi lagi. Tapi ini hanya untuk sementara sebab dia kemudian menerima telpon dari Dong-soo. Dia mengatakan kalau Hong Ju adalah perusahaan yang mengacaukan perdagangan mereka di Jepang. Dan ada satu hal yang lebih penting… Apa Eun-jo tahu kalau Ki-hoon adalah putra bungsu di keluarga Hong?

Ki-hoon datang dengan membawa berita gembira dan memegang sebuah majalah dengan wajah Dae-sung di cover-nya. Headlinenya adalah penemuan ragi baru mereka. Dengan wajah tersenyum, Ki-hoon mengumumkan, “Semuanya berakhir sekarang, Eun-jo.”